KECERDASAN EMOSIONAL

KECERDASAN EMOSIONAL
Mungkin kita pernah mendengar apa itu Kecerdasan Emosional, itu dilatihkan oleh berbagai maca lembaga. Contoh, apabila bertemu dengan orang “keep your eyes contact” artinya tatap matanya agar diberi perhatian, itu adalah Kecerdasan Emosional. Contoh kedua, ketika kita senyum, bibir kanan dua centi bibir kiri dua centi, itu harus seimbang. Tidak boleh bibir kanan lebih panjang ketika kita tersenyum. Mari kita coba senyum dengan bibir kanan 3 centi dan bibir kiri 2 centi, lihatlah di kaca, apa yang akan terjadi.

Selanjutnya disaat kita melihat seseorang yang baru pertama kali bertemu maka jangan menatap dengan tajam tataplah dengan lembut sambil tersenyum. Ini adalah Kecerdasan Emosional.

Ketiga, ketika kita berbicara dengan orang lain jangan banyak omong, tapi biarkan orang lain bicara dan ketika ia berbicara anda harus memberi perhatian, tangan jangan dilipat di depan dada. Mengapa tidak boleh karena itu artinya “Dipensif” yang artinya “Saya tidak mau dengar” Ketika orang lain berbicara kita
harus menghadap ke arah dia, jangan menyamping atau miring. Kemudian jangan memberikan pujian yang terlalu berlebihan, jadi ketika ia berbicara anda kita jangan berkata “Wah…. Hebat” itu salah, yang harus anda katakan adalah “begitu ya… saya baru dengar, saya sangat tertarik. Begitulah ini adalah ilmu Kecerdasan Emosional. Kemudian ajukan pertanyaan-pertanyaan supaya orang lain bercerita tentang dirinya. Contohnya Pak Azis bisa jadi Presiden Direktur di PT air putih, bagaimana caranya..?

Dia pasti dengan bangganya akan menceritakan hal itu, dengan semangatnya dia akan bercerita kepada kita, dan ingat setiap 3 menit kita harus menganggukkan dagu (oohh gitu ya..) dengan cara seperti itu makan kita akan meraih hatinya, ketika kita telah meraih hatinya baru kita ajukan proposal atau keinginan kita terhadapnya. Ini adalah contoh teknik-teknik Kecerdasan Emosional.


Ada seseorang yang ingin memasarkan Safety Box ke seorang pengusaha hotel, sebut saja namanya Andi. Saat itu Andi sebagai seorang Pegawai Negeri yang kita tahu gajinya tidak seberapa, oleh sebab itu Andi ingin mencari uang tambahan maka ia mencoba memasarkan Safety Box ke pengusaha kaya yang mempunyai banyak hotel di kota Bali.

Sebelum bertemu dengan pengusaha itu Andi mempelajari bukunya bahwa keputusan di dalam bisnis 80 % adalah Emosional dan 20 % adalah Intelektual maka dipelajari jurus-jurus tadi. Jika pertama bertemu maka mata harus santai dan lembut, dan senyum harus seimbang antara bibir kiri dan bibir kanan, kemudian siap badan tegak dan ketika orang itu berbicara kita harus menatapnya dengan tegap, dan tangan tidak boleh di lipat didepan dada.
Ketika Andi dipersilahkan masuk ke ruangan Pengusaha tersebut, ia melihat sekeliling ruangan yang luas itu terdapat banyak foto-foto pengusaha tersebut dengan para pejabat dan dengan rekan-rekan bisnisnya yang lain. Pengusaha tersebut mempersilahkan Andi untuk berbicara 10 menit, tetapi Andi meminta waktu 2 menit saja untuk bertanya masalah pribadi, pengusaha itu pun menyanggupinya. Andi mulai melancarkan jurusnya.
Pertama kali saya ingin mengucapkan selamat dulu karena bapak telah dilantik sebagai Ketua sebuah Organisasi sosial yang terkemuka.
“Loh anda tahu darimana”
Pengusaha tersebut mulai terpancing
“Saya kan juga ikut mengikuti perkembangan politik” nampaknya pengusaha tersebut sudah terkena ilmu Kecerdasan Emosi dari Andi.
Kemudian Andi bertanya lagi “mengapa bapak masih mau mengajar di kampus-kampus, masih mau bekerja sosial untuk orang banyak padahal Bapak sudah memiliki hotel, perusahaan, mobil mewah dll”. Boleh saya tahu pak, saya ingin belajar..
Wah rupanya pengusaha tersebut semakin tertarik, kemudian ia bercerita “saya kira kita tidak cukup hanya dengan mempunyai uang dan harta yang berlimpah, kita harus peduli dengan sosial, dengan orang lain, kita harus melihat orang disekeliling kita.
Pada saat pengusaha itu berbicara, Andi melancarkan Ilmu EQ, dengan tersenyum kemudian badan Andi di majukan dua centi kedepan, kesannya supaya Andi berminat dan setiap ia berbicara Andi menganggukkan dagunya setiap 3 menit sekali.
Dengan cara seperti itu pengusaha tersebut semakin bersemangat, foto-foto ia tunjukkan semuanya dan tanpa terasa ia memberhentikan pembicaraanya karena tak terasa sudah 2 jam lamanya ia berbicara tentang dirinya sendiri.
Kesimpulannya Andi Baru saja mempergunakan Ilmu Kecerdasan Emosional, kemampuan membaca hati seseorang, kemampuan membaca harapan orang.
Dapat disimpulkan ada 4 jurus dalam Kecerdasan Emosianal

· 1000 sungai gunung turun ke laut
Maksudnya, kalau kita merendah menjadi lembah yang landai kemudian mereka berada di tempat yang tinggi, air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah.

· Berikan Pujian
Memberikan orang pujian ibarat lentingan Harfa di pagi hari dan itu adalah sangat indah. Berikan pujian penghargaan bukan pujian dari “gigi” tapi pujian dari “hati”

· Sebutkan namanya berkali-kali
Maka itu adalah musik yang paling indah yang tak pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

· Mengakui kesuksesan orang lain
Maka itu adalah air sejuk dari surga yang pernah ia peroleh.

Setelah melakukan 4 jurus diatas barulah ajukan proposal atau keinginan kita insyaalah akan diterima dengan senang hati.
Sekarang yang menjadi pertanyaan untuk kita semua
“Apakah cukup hanya dengan dua kecerdasan tadi IQ dan EQ”
Intelektualitas, otak pintar.

Kecerdasan Emosi, mampu merayu seperti cerita diatas, apakah cukup ?
Kita bisa bayangkan apa yang terjadi, entah bagaimana menurut kita semua, kita masih membutuhkan satu Kecerdasan lagi, kita masih butuh satu kecerdasan lain yang disebut SQ atau Kecerdasan Spritual. Yang mampu menjawab untuk apa Kecerdasan Intelektual saya ini, untuk apa Kecerdasan Emosional ini dan untuk apa semua ini terjadi.
Perlu kita ketahui dua kecerdasan (IQ dan EQ) tidaklah cukup dan bahkan takkan pernah bahagia.
Kita semua bisa melihat bagaimana contoh-contoh orang yang begitu sukses yang sudah kaya raya tapi kemudian ia loncat dan bunuh diri dari lantai 56. Kita masih ingat Presiden Direktur Hyundai, ia bunuh diri. Bahkan juga beberapa orang yang sudah sukses, bagaimana mereka bunuh diri dan tidak pernah merasa puas dengan kesuksesannya.
Dua kecerdasan ini tidak bisa membuat kita bahagia, bahkan yang paling menyedihkan kasus Harianto, seorang anak 12 tahun yang bunuh diri karena tidak bisa membayar uang untuk mengikuti Ekstrakurikuler sebesar 2.500 (dua ribu lima ratus) dan kita lihat remaja-remaja sekarang lari ke Narkoba karena ia tak mampu menemukan untuk apa saya hidup, dimana saya hidup dan kita lihat orang-orang tua yang begitu gemar bermewah-mewahan gemar bersenang-senang, ia mencari bagaimana kebahagian.Karena itu kita masih memerlukan satu Kecerdasan lagi yaitu Kecerdasan Spritual.
Akhir-akhir ini, tema emosi menjadi tema yang menarik untuk dibahas. Bukan saja karena ini masalah kebutuhan kita, tetapi juga karena ada kasus pencetus yang menyentak banyak orang tentang pentingnya memelihara kesehatan jiwa kita, dalam hal ini emosi.ada satu buku menarik yang perlu dibaca, agar kita jadi lebih mengetahui apa itu emosi, dan seluk-beluk emosi. Buku ini benar-benar membedah emosi, baik dari segi fisiologis maupun psikologis. buku ini berjudul Emotional Intelligence.Saya akan menukil sedikit saja bagian dari buku ini, yaitu tentang ciri-ciri emosi yang cerdas.
1. Seseorang dikatakan cerdas secara emosi bila ia mampu mengenali dengan baik, emosi apa yang sedang dirasakannya saat ini. Pak Daniel Goleman menamakannya sadar diri. Contohnya, mungkin anda pernah mengalami kejadian tidak enak di pagi hari, dan tanpa sadar rasa marah atau sedih atau apa pun yang tidak enak itu terus terbawa sampai seharian. Tanpa sadar anda menunjukkan muka jutek kepada orang-ornag di sekitar anda. Bahkan kadang-kadang memarahi orang yang sebenarnya tidak ada hubungan apa pun dengan kejadian tadi pagi. Orang-orang yang sadar secara emosi bisa mengungkapkan dengan jelas, apa yang mereka rasakan dan apa yang menyebabkan terjadinya rasa tidak nyaman di dalam dirinya. Kesadaran diri akan emosi yang sedang dirasakan ini akan membuat seseorang mengambil keputusan yang tepat terhadap apa yang akan ia lakukan. Ini persis seperti ungkapan yang mnegatakan memahami masalah adalah sebagian dari mengatasi masalah itu sendiri.
2. Orang yang cerdas secara emosi, mampu mengelola emosinya dan mengungkapkannya secara tepat kepada orang lain. Dalam buku ini dijelaskan tentang bagaimana orang-orang yang cerdas secara emosi mengatasi rasa marah, mengatasi kecemasan yang bsia berkembang menjadi fobia, dan mengatasi kesedihan dan kegagalan yang bisa berkembang menjadi depresi. Teknik yang dijalankan adalah dengan cara membuat pikiran-pikiran pencegah/penyerang ketika seseorang merasa akan marah. Misalnya anda seorang ibu yang akan memarahi anak balita, maka metode pencegahannya adalah menahan amarah itu dengan cara mencari alasan-alasan mengapa sang anak melakukan itu, apa akibat jangka panjang bila sang ibu memarahi anaknya. Semakin awal amarah ini bisa dicegah, maka akan semakin mudah memadamkan amarah ini. Teknik-teknik yang digunakan untuk mengatasi kecemasan juga dengan menyerang pikiran-pikiran cemas itu dengan pikiran yang lebih positif. Selain itu metode relaksasi juga dianjurkan untuk meredakan kecemasan. Sedangkan untuk mengatasi kesedihan adalah dengan cara aerobic. (meskipun ini kurang berguna untuk yang sudah terbiasa berolah raga). Mengalihkan diri dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bisa menimbulkan kepuasan ringan, misalnya beres-beres rumah atau berhias, juga mampu mengurangi kesedihan.
3. Orang yang cerdas secara emosi akan mampu memotivasi diri sendiri. Inilah kunci keuletan seseorang untuk mencapai kesuksesan. Ini juga berguna ketika seseorang dilanda kegagalan. Orang yang cerdas emosinya akan mampu bangkit dengan cepat di atas kegagalan tersebut. Selain itu orang yang cerdas secara emosi juga mampu menahan nafsu nya dari melakukan pekerjaan yang seharusnya bisa ditangguhkan. (kalau dalam Islam, seperti puasa kali ya..). Orang yang cerdas secara emosi juga mampu mengalami flow (tenggelam dalam pekerjaan dengan penuh konsentrasi dan menikmati pekerjaannya itu).
4. Orang yang cerdas secara emosi akan mampu mengenali emosi orang lain (empati). Ini adalah seni dalam berhubungan dengan orang lain. Kecerdasan ini juga berhubungan dengan kemampuan seseorang mengenali emosinya. Semakin pintar seseorang memahami emosinya akan semakin mudah juga ia bisa memahami emosi orang lain.5. Orang yang cerdas emosinya mampu membina hubungan dengan orang lain. Ini adalah seni dalam mengelola emosi orang lain. Keterampilan ini mencakup, kemampuan untuk mengorganisir kelompok, kemampuan untuk merundingkan pemecahan masalah, kemampuan melakukan hubungan antar pribadi dan kemampuan untuk menganalisa sosial (memahami perasaan, motif dan keprihatinan orang lain). Keterampilan mengelola emosi orang lain inilah yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan kesuksesan kelompok.

10 Ciri Orang yang Berpikir Positif

Description:Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya. Ingredients:1. Melihat masalah sebagai tantangan 2. Menikmati hidupnya 3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide 4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak 5. Mensyukuri apa yang dimilikinya 6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu 7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan 8. Menggunakan bahasa positif 9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif 10. Peduli pada citra diri Directions:1. Melihat masalah sebagai tantangan Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia. 2. Menikmati hidupnya Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik. 3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. 4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak 'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah. 5. Mensyukuri apa yang dimilikinya Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya 6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif. 7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. 8. Menggunakan bahasa positif
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat." 9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'. 10. Peduli pada citra diri Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

Personality Plus

Setiap orang menginginkan kepribadian yang lebih baik, tapi perlu diingat bahwa tiap kita berbeda. Allah sudah menciptakan kita dan keunikan di dalam diri kita masing-masing. Kita semua dilahirkan dengan ciri khas watak kita sendiri. Ada yang periang, spontan. Ada yang penuh pikiran dan tekun. Ada yang suka petualangan dan percaya diri. Ada juga yang ramah dan sabar. Itu membuktikan bahwa masing-masing individu membawa campuran yang unik. Dan seperti sidik jari, tidak ada dua orang yang persis sama di dunia ini. Watak kita adalah diri kita yang sesungguhnya; kepribadian adalah pakaian yang kita pakai. Tapi apakah kita sudah benar-benar memahami diri sendiri? Apakah kita tahu mengapa kita bereaksi seperti yang kita lakukan? Apakah kita tahu sebesar apa kekuatan kita dan bagaimana cara meningkatkannya? Apakah kita tahu kelemahan kita dan bagaimana cara mengatasinya? Sudah seharusnya kita belajar untuk memahami diri kita sendiri. Menyelidiki kekuatan dan kelemahan kita dan belajar bagaimana menonjolkan segi positif dan menyingkirkan segi negatif kita. Dan satu hal lagi yang harus diingat, dengan memahami diri kita, kita bisa selangkah lebih maju dalam memahami orang lain. Akhirnya kita bisa sadar kalau ada orang yang berbeda dengan kita, tidak berarti mereka salah. Yang jelas, sebagai muslim, kita punya standar sendiri. Tapi tidak berarti kita berhak mengklaim orang-orang yang 'beda' sebagai kafir.
Florence Litauer dalam bukunya Personality Plus membagi karakter manusia kedalam 4 sifat utama, yaitu Koleris, Sanguin, Melankolik dan Plegmatis.
Gambaran umum Koleris adalah menyukai tantangan, bergaya bossy, berjiwa memimpin dan memerintah. Lebih banyak mengkritik dan seringkali tidak berpikir panjang alias grasa-grusu.
Gambaran umum Sanguin adalah orang yang lebih banyak humor, hidup bagaikan angin, berbelok kemana saja, sering menganggap sepele beberapa hal, yang akhirnya membawa penyakit sering lupa dan sembrono.
Gambaran umum Melankolik adalah orang yang hidupnya serba teratur, mungkin sehari-hari menggunakan jadwal yang ekstra ketat, kalau mau melakukan suatu tindakan maka dia akan menunggu sampai semua komponen yang dibutuhkan terkumpul semua. Paling tidak suka melihat suasana yang berantakan dan tidak teratur.
Sedangkan gambaran umum Plegmatis adalah orang yang lebih suka menyendiri, kurang suka akan tantangan, dan sedikit pesimis atau agak apatis ketika ditawari suatu peluang. Namun orang Plegmatis bawaannya damai, mengalir seperti air.
Personality Plus atau Kepribadian plus berawal dari klasifikasi tipe kepribadian yang mula-mula ditetapkan oleh Hippocrates berabad-abad yang lalu. Menurut Hippocrates, kepribadian bisa dikelompokkan menjadi empat; Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat, dan Phlegmatis Damai. Tiap-tiap tipe memiliki ciri khas tersendiri dan dengan begitu, mempunyai kelebihan dan kelemahan sendiri pula. Kita bisa bersenang-senang dengan orang Sanguinis yang penuh antusiasme. Kita akan serius dengan orang Melankolis yang berusaha mengejar kesempurnaan dalam segala hal. Kita akan maju ke depan dengan orang Koleris yang dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dan kita akan rileks dengan orang Phlegmatis yang dengan bahagia menerima kehidupan. Sanguinis Populer adalah orang yang periang, sangat suka bicara, suka bercerita dan suka menyela dengan maksud berbaik hati menjawab pertanyaan yang diajukan kepada orang lain. Mereka juga senang tertawa, menularkan antusiasme ke seluruh ruangan. Tapi hati-hati, ketika Sanguinis Populer bersedia menjadi sukarelawan untuk suatu tugas, mereka sering kali melupakannya. Berlawananan dengan Sanguinis yang selalu ceria dan cenderung tidak teratur, Melankolis Sempurna lebih serius, tekun, tertib, penuh pikiran, dan terencana. Mereka sangat terorganisir, menyukai daftar, rapi, dan perfeksionis. Karena itu Melankoli lebih sering tertekan karena standar yang dibuatnya terlalu kaku. Koleris Kuat lain lagi, mereka dilahirkan dengan bakat memimpin, sangat perlu perubahan, berkemauan kuat dan tegas. Pada titik tertentu mereka cenderung bossy karena terlalu suka memerintah. Mereka berkembang karena tantangan dan tidak terlalu butuh teman. Tipe keempat adalah penyeimbang. Phlegmatis Damai menghindari konflik, cinta damai seperti namanya, tidak menyinggung perasaan, tidak menarik perhatian, dan tampaknya tidak ada yang bisa mengganggu mereka. Phelgmatis suka mengamati orang lewat, rendah hati, santai, diam, tenang, dan menengahi masalah. Tapi mereka cenderung menjadi pemalas dan acuh tak acuh pada keadaan sekitar. Semua ada kelebihan dan kekurangannya. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kelebihan dan meminimalisir kekurangan kita. Betul?

8 KADO TERINDAH

Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. Kehadiran Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, faks, e-mail atau chatting. Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. Mendengarkan Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul santai dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya. Tatap wajahnya. Tak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda untuk memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidakharus berupa diskusi atau penilaian. Sekadar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
3. Diam Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang." Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati,mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
4. Kebebasan Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
5. Keindahan Siapa yang tak bahagia jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
6. Tanggapan Positif Tanpa sadar, sering kali kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
7. Kesediaan Mengalah Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado "kesediaan mengalah." Anda mungkin kesal atau marah karena ia terlambat datang memenuhi janji. Tapi kalau baru sekali itu terjadi, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini
8. Senyuman Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.
Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi?
THE POWER OF CHARACTER (KEKUATAN DARI KARAKTER) Oleh : Jakoep Ezra, MBA, CBA - Character Specialist dan founder dari Power Character
Mari sediakan waktu beberapa menit dan mengambil makna dari cerita ini
Seorang anak lelaki berusia 12 tahun, menjual Koran di jalan. Dia menawarkan Koran-koran tersebut pada setiap mobil yang berhenti di lampu merah. Dengan wajahnya yang polos, ia mengetuk jendela mobil saya. Saya menatap dia sebentar dan hati saya tergerak, yang pada akhirnya saya membeli korannya walaupun saya tidak membutuhkannya.
"Dua ribu lima ratus rupiah, pak". Kata anak tersebut. Saya mencari uang yang lebih kecil kembaliannya tetapi tidak dapat saya temukan. Saya memberikan padanya sepuluh ribu rupiah.
Saya tidak mempunya kembaliannya saat ini pak". Respon dari si anak.
Lampu sudah berubah ke hijau, mobil saya harus jalan. "Kalau begitu saya akan ambil kembaliannya besok", kata saya kepada anak tersebut ketika mobil saya mulai berjalan. Pikiran-pikiran negatif menyeruak di dalam diri saya. Bagaimana jika saya tidak melihat anak kecil tersebut lagi di jalan yang sama keesokan harinya? karena uang tersebut bukan dalam jumlah yang besar, maka saya dengan cepat melupakannya
Hari berikutnya, saya melewati jalan yang sama. Dari kejauhan, saya dapat melihat anak kecil tersebut. "Ini uang kembalian bapak" anak kecil tersebut memberikan uangnya.
Jujur saja, saya tertegun dengan karakter anak ini, walaupun ia mempunyai kesempatan untuk menghilang tetapi ia memilih untuk dapat dipercaya. Saya kagum padanya karena di tengah-tengah krisis kepercayaan di sekitar kita, masih ada anak-anak dengan karakter yang tulus dan keinginan yang kuat untuk bekerja keras demi masa depan mereka.
Kenapa karakter begitu penting? Karena dengan karakter kita dapat menemukan:1. Kualitas dari kehidupan2. Nilai dari kehidupan3. Benih dari kesuksesan4. Sikap mental yang terlatih menghadapi tantangan 5. Kekuatan dalam diri untuk bertahan dan menang6. Hikmah dari kegagalan dan sukses7. Ketulusan dari dalam hati8. Filosofi sebagai prinsip untuk bertindak sportif9. Pengembangan mental yang kokoh10. Hubungan erat yang terbentuk antara kita dengan Tuhan.
Karakter adalah kualitas dari kehidupan
Kualitas dari kehidupan bukan berarti seseorang harus sukses, kaya, pintar atau mempunyai status yang baik. Kualitas dari kehidupan didasarkan oleh karakter yang kuat. Karakter digunakan sebagai dasar atau prioritas dalam hidup.
Seseorang tidak akan mempunyai sesuatu yang dapat dibanggakan, tetapi jika ia menempatkan karakter sebagai dasar, kita dapat mengatakan bahwa kehidupan ia akan jauh lebih bersinar dibandingkan dengan individu lain yang melakukan hal sebaliknya.
Karakter seseorang akan terlihat ketika dia berada dalam situasi:
1. Tekanan
2. Tantangan
3. Masalah-masalah
4. Pencobaan
5. Kesulitan

Kepribadian adalah sebuah jalan kehidupan atau etika kehidupan yang dapat terlihat atau dirasakan oleh orang lain yang berada di sekitar individu tersebut . Kepribadian tidak dapat menggambarkan karakter sebenarnya dari individu. Kualitas kepribadian dapat memimpin seseorang menjadi sukses tetapi hanya kualitas karakter yang dapat membuat seseorang tetap berada di atas kesuksesannya.

Bagaimana orang lain melihat kita?Orang lain melihat dan menilai kita dari:
1. Cara kita berpakaian
2. Cara kita berjalan
3. Cara kita berbicara
4. Cara kita melihat
5. Cara kita duduk
6. Cara kita makan dan minum
7. Cara kita bekerja
8. Cara kita berjabat tangan
9. Cara kita menata rambut
10. Dari keseluruhan penampilan kita

Semua poin di atas adalah kondisi fisik yang dapat terlihat dari luar dan semuanya dapat diatur atau mungkin dikamuflase.
Memanipulasi diri melalui penampilan luar .
Kita sering mengatakan penampilan seseorang adalah etika dari orang tersebut, yang dapat menempatkan diri dengan baik di setiap situasi. Dapat dikatakan orang ini adalah individu yang beretika.
Bagaimanapun ketika, orang yang beretika tidak lagi mementingkan kualitas karakter kehidupan yang baik, maka dia telah berhasil memanipulasi orang lain dengan etikanya yang baik itu karena apa yang terlihat oleh orang lain pada seseorang terjadi pada situasi normal. Karakter individu yang sebenarnya akan terlihat ketika indvidu berhadapan dengan tekanan, tantangan atau masalah-masalah.
Kita mempunyai potensi-potensi untuk memanipulasi orang lain dengan kepintaran, pengalaman dan kekuatan penampilan luar kita tetapi ada satu hal yang penting jika kita ingin mengetahui kualitas hidup sebenarnya dari seseorang yaitu waktu.
Waktu adalah cara pengujian yang ampuh
Secara normal, kita hanya berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu yang pendek, misalnya dalam waktu kerja atau hanya dalam beberapa jam. Maka orang-orang yang mengetahui sifat baik dan kualitas kehidupan kita adalah orang-orang yang telah mengenal dan bersama kita dalam jangka waktu yang panjang. Ekspresi yang tersembunyi akan terlihat dalam situasi tertentu. Tidak ada orang yang dapat menyembunyikan dirinya yang sebenarnya di dalam untuk selamanya, karena dari cara dia berbicara, bertindak dan merespon, kita dapat mengidentifikasi karakter dia.
Kita tetap membutuhkan waktu untuk mengingat atau mengetahui karakter teman-teman kita.
Dengan mempelajari dan mengetahui ilmu karakter, kita akan menjadi sebuah pribadi yang seutuhnya. Bisa menikmati kehidupan yang nyaman, sehat dan bahagia. Kesuksesan akan dijagai oleh karakter yang baik karena kita bisa menggapai sukses dengan karisma tetapi hanya karakter yang bisa menjagai kesuksesan kita tetap pada puncaknya.

Menjadi lawan atau teman bicara bukan sekedar bisa berbicara dan mendengarkan lawan bicara saja. Jika Anda salah menanggapi, bisa jadi lawan bicara Anda bukannya suka tapi malah sebal. Ada aturan dan kiat tersendiri agar orang lain merasa nyaman bercakap-cakap dengan Anda. Coba simak dulu kiatnya di bawah ini:* Kenali gaya lawan bicaraMana mungkin Anda bisa menjadi teman bicara yang menyenangkan bila Anda tidak mengenal siapa yang Anda ajak bicara? Seandainya belum mengenal, tentu tidak ada salahnya bila Anda minta kenalan lebih dulu. Ingat, jangan sampai melupakan nama teman bicara Anda. Sebab, dengan disebut namanya, seseorang akan merasa lebih dihargai. Sebaliknya jika Anda lupa namanya, ia merasa bahwa Anda tidak antusias dengannya. Dia pun akan menganggap Anda tidak menghargainya.* Sesuaikan diri dengan lawan bicaraDalam hidup ini, tentu Anda telah berbicara dengan banyak orang dari berbagai latar belakang budaya, usia, tingkat ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Konsekuensinya, tiap pembicaraan memiliki ciri dan kepekaan tersendiri. Tentu saja Anda harus bisa membedakan saat berbicara dengan bos atau dengan office boy. Perhatikan pilihan kata yang mungkin tidak dimengerti lawan bicara. Jangan menggunakan istilah teknis atau yang terlalu ilmiah jika Anda berbicara dengan mereka yang memang tidak memahami 'bahasa susah'.* Beri kesempatan lawan bicaraSelama ini banyak yang tanpa sadar mendominasi pembicaraan hingga melupakan keberadaan lawan bicara. Hingga Anda terkesan memonopoli pembicaraan. Akibatnya, teman bicara cuma dijadikan sebagai pendengar pasif. Maka beri jeda sejenak setiap kali Anda bicara lalu berikan kesempatan lawan bicara untuk menanggapi. Interaksi semacam ini akan membuat lawan bicara merasa nyaman dan dihargai.
· Hindari kebiasaan memotong lawan bicaraJangan kebiasaan memotong pembicaraan di saat rekan Anda masih bicara. Jika Anda ingin memberi komentar, tahan diri sampai ia menyelesaikan pembicaraan atau paling tidak sampai ia memberi Anda kesempatan berbicara.* Jadilah pendengar yang baikJangan cuma lawan bicara saja yang harus mendengarkan Anda bicara. Saat ia bicara pun Anda harus menjadi pendengarnya yang baik. Simak semua ucapannya dengan seksama. Dengan demikian, lawan bicara pun merasa lebih dihargai oleh Anda.* Tunjukkan ekspresi sewajarnyaJangan menunjukkan ekspresi secara berlebihan. Tunjukkan ekspresi yang wajar. Yang terpenting adalah Anda dapat memahami lawan bicara dengan menunjukkan ekspresi yang iapun tahu bahwa Anda memahaminya.

Jaga kontak mataFokuskan tatapan Anda pada lawan bicara. Karena pandangan Anda yang berkeliaran kesana kemari saat diajak bicara menunjukkan bahwa Anda tidak antusias dengan pembicaraannya. Bisa-bisa ia akan menganggap Anda meremehkannya. Tapi bukan berarti Anda harus melototi lawan bicara terus menerus. (rn)

Belajar Internet Marketing dan Bisnis Online